
Ceritanya
Chris Cole menghabiskan malamnya berteriak di panggung kecil, bukan sebagai dirinya sendiri, melainkan sebagai Bobby Beers, vokalis legendaris Steel Dragon. Siang hari, dia hanya tukang servis mesin fotokopi yang nyaris tak terlihat. Tapi penampilannya begitu presisi, setiap gerakan persis seperti idolanya. Sampai suatu hari, mimpi paling gila jadi kenyataan: Steel Dragon butuh frontman baru dan mereka memilih Chris. Dalam hitungan minggu, dia terbang dari bar berasap ke stadion penuh sorak, dari baju overall ke limusin dan sampanye. Semua yang dia impikan tiba dalam satu paket lengkap. Tapi setelah lampu panggung padam, yang tersisa hanya keheningan hotel mewah dan satu pertanyaan yang terus mengusik. Menjadi idola yang dulu dipujanya, apakah itu artinya kehilangan dirinya sendiri?
Kalau suka ini












