
Ceritanya
Ogwang cuma mau pergi ke pedesaan, nyari udara segar. Tapi satu belokan di jalan raya itu mengubah segalanya. Dia tersesat di daerah yang nggak ada di peta, bensin hampir habis, dan malam mulai turun. Kebetulan banget ada keluarga Jang yang menawarkan tumpangan dan tempat menginap. Mereka ramah, sopan, terlalu baik malah. Tapi Ogwang mulai merasa ada yang aneh. Wajah-wajah di rumah itu terasa familiar, seperti pernah dilihat di mimpi buruk. Kenangannya sendiri pecah, nggak jelas mana yang nyata mana yang bukan. Sementara itu, ponselnya berdering—panggilan terakhir sebelum sinyal hilang sama sekali. Apa yang Ogwang temukan di balik senyum keluarga Jang?
Kalau suka ini











