Ceritanya
Markus baru pulang dari tugas militer dan langsung disambut peti mati istrinya. Sebuah kecelakaan kereta api, kata polisi. Tapi Otto, seorang ahli statistik yang agak kacau, datang dengan laptop dan angka-angka yang katanya membuktikan itu pembunuhan. Bukan kecelakaan. Markus yang sudah patah hati berubah jadi mesin amarah, sementara putrinya yang remaja cuma bisa lihat ayahnya perlahan kehilangan kendali. Otto dan tim kutu buku lainnya bersikeras membantu, bawa senjata dan teori probabilitas ke tengah duka yang masih perih. Yang bikin aneh, mereka sama sekali bukan pembunuh bayaran, cuma orang-orang biasa yang percaya hitungan mereka lebih benar dari polisi. Antara ledakan, kekacauan, dan keheningan di meja makan, satu pertanyaan menggantung di udara. Siapa yang benar-benar mengatur kereta itu jatuh?
Kalau suka ini













