
Ceritanya
Dylan, prajurit Gwich'in dari Arktik Kanada, tiba-tiba terperangkap dalam penyergapan Taliban di Afghanistan. Di sel interogasi, ingatannya bukan soal taktik perang, melainkan sepupunya, Asana. Kisah cinta dan kehilangan yang belum selesai itu mulai melayang di antara tembakan dan badai salju. Dua lanskap bergantian, gurun Afghanistan yang kering dan tundra Arktik yang membeku, sama-sama berbahaya. Samuel Marty dan Tantoo Cardinal membawa drama ini ke relung yang lebih dalam, tentang ikatan manusia yang bertahan meski perang mencoba merenggut segalanya. Ujung-ujungnya, pertanyaan yang tersisa bukan apakah Dylan selamat dari interogasi, melainkan apa yang lebih dulu ia temukan kembali di ujung ingatannya.
Kalau suka ini












