
Ceritanya
Pertemuan di koridor kampus itu terasa seperti déjà vu. Mantan pemimpin mahasiswa itu kembali ke tempat yang dulu jadi saksi kehancuran hidupnya, dan di sana masih ada pengganggu yang sama, masih berkuasa, masih seenaknya merusak masa depan mahasiswa baru. Dendam yang dipendam belasan tahun tiba-tiba nyala lagi. Dia memutuskan gabung organisasi mahasiswa, bukan untuk nostalgia, tapi untuk menghadapi musuh lamanya dari dalam. Setiap rapat, setiap demonstrasi, jadi medan pertempuran diam-diam. Tapi makin dalam dia menyelidiki, makin sadar kalau kekerasan di kampus ini bukan ulah satu orang saja. Ada sistem yang melindungi, ada dosen yang tutup mata, dan ada korban yang lebih banyak dari yang dia kira. Pertanyaannya, apakah balas dendam pribadi cukup untuk membongkar semuanya?
Kalau suka ini











