
Ceritanya
Dua kontestan di panggung yang sama, tapi satu dipaksa kalah. Herbert Stempel, pria blak-blakan dari Queens, diperintahkan menjawab salah oleh produser acara kuis "Twenty-One" biar sang rival yang lebih fotogenik, Charles Van Doren, bisa menang. Van Doren tampil elegan di layar kaca, jadi idola nasional dalam semalam, sementara Stempel gigit jari di rumah. Seorang pengacara idealis mulai menggali, ngotot bongkar rekayasa di balik rating tinggi dan senyum manis presenter. Tahun 1950-an, televisi Amerika lagi puncak-puncaknya, dan semua orang percaya apa yang mereka tonton. Tapi ketika Stempel akhirnya buka suara, pertanyaan besarnya bukan lagi siapa yang curang, melainkan sejauh mana publik rela dibohongi demi hiburan.
Kalau suka ini












