
Ceritanya
Seorang pemuda menjalani hari biasa, lalu tiba-tiba sistem menangkapnya. Tanpa alasan jelas, tanpa pengadilan, dia tersedot ke dalam mesin hukum otomatis yang ngaco dan absurd. Di situ ada robot polisi yang bicara datar, ruang tunggu tak berujung, dan formulir digital yang minta sidik jari, iris mata, plus DNA. Dia coba protes, tapi suara dari speaker cuma bilang "permintaan Anda dalam antrean." Erick Lopez jadi pemuda ini, wajahnya campuran frustrasi dan bingung sepanjang film. Sistem terus bergerak meski dia makin terperangkap, sementara lelucon gelap mengalir dari setiap sudut laboratorium birokrasi itu. Film pendek tahun 2020 ini satire sci-fi yang menertawakan cara kita percaya buta pada algoritma. Yang bikin ngeri, seberapa dekat ini dengan kenyataan?
Kalau suka ini












