
Ceritanya
Vonis tiga bulan. Hiroshi, mantan seniman yang sekarang cuma tukang bersih jendela, dengar itu langsung dari dokter. Hidupnya sudah lama datar, sampai Mai, siswi SMA yang nggak takut ngomong apa adanya, muncul dan bikin dia pengin menggali lagi. Bukan melukis di kanvas mewah, tapi di dinding toilet, tempat yang justru bikin dia merasa bebas. Rirî Furankî memerankan Hiroshi yang keras kepala tapi rapuh, sementara Saya Ichikawa jadi Mai yang berani tapi menyimpan luka sendiri. Drama Jepang 2015 ini nggak buru-buru, ia membiarkan dua orang asing itu menemukan cara aneh untuk saling menolong. Karya terakhir mereka bukan soal hasil, tapi soal proses yang menyakitkan. Kalau seni bisa menyembuhkan, kenapa justru luka lama yang muncul lagi?
Kalau suka ini











