
Ceritanya
Bocah laki-laki itu bernama Apu. Ia tinggal di desa Bengali yang terik dan kering, tempat segala sesuatu terasa lambat kecuali kemiskinan yang datang bertubi-tubi. Ayahnya, seorang penyair yang tak laku menjual sajak, malah menghamburkan sisa warisan untuk menutup utang saudaranya sendiri. Ibunya, Sarbojaya, mengatur nasi sebutir demi sebutir, sambil menahan mulut tetangga yang terus mengomel karena Durga, kakak Apu, sering kedapatan mencuri buah dari kebun orang. Lalu sang ayah pergi entah ke kota mana. Durga mulai batuk-batuk di malam hari. Apu masih terlalu kecil untuk mengerti apa itu kehilangan. Sampai kapan sebuah keluarga bisa bertahan jika harapan cuma datang dari mimpi?
Kalau suka ini











