
Ceritanya
Man-ho berlari setiap hari, tapi bukan untuk dirinya sendiri. Sebagai pacemaker tim maraton nasional Korea, tugasnya jelas, memimpin rekan-rekannya sampai tanda 30 km lalu menepi dan membiarkan mereka yang meraih kemenangan. Namun diam-diam, ada sesuatu yang tumbuh di dadanya, keinginan untuk merasakan garis finish itu sebagai orang pertama. Tekanan dari pelatih, ekspektasi tim, dan tubuhnya yang mulai lelah membuat pilihan itu semakin berat. Ia tahu perannya penting, tapi bagaimana kalau ia punya mimpi yang lebih besar dari sekadar menjadi pengatur ritme? Satu langkah bisa mengubah segalanya, dan Man-ho berdiri di persimpangan yang tidak akan pernah ia lupakan.
Kalau suka ini











