
Ceritanya
Bri, 16 tahun, sudah punya mimpi besar: jadi rapper nomor satu. Tapi hidupnya nggak semudah lirik yang dia tulis. Keluarganya terancam digusur, tagihan menumpuk, dan kontroversi mulai mengikuti setiap langkahnya. Di sekolah, Bri sering dianggap cuma anak pemberontak. Di rumah, dia harus jadi tulang punggung. Satu-satunya jalan keluar adalah mic dan beat. Tapi semakin keras dia bersuara, semakin banyak musuh yang muncul, termasuk dari komunitas hip-hop yang dulu jadi inspirasinya. Apakah menjadi yang terhebat berarti harus kehilangan apa yang paling berharga?
Kalau suka ini












