Ceritanya
Stadion Azadi bergemuruh, ribuan suporter histeris, dan di antara kerumunan itu ada sekelompok perempuan yang harus berpura-pura jadi pria. Mereka nekat menyusup demi menyaksikan laga krusial Iran vs Bahrain yang menentukan tiket Piala Dunia, padahal hukum negara melarang perempuan masuk stadion. Sima dan kawan-kawannya memakai jaket longgar, topi, bahkan memalsukan kumis, semua demi satu pertandingan. Syuting dilakukan langsung saat laga nyata tahun 2005, jadi atmosfernya terasa hidup, gemuruh suporter dan ketegangan di lapangan nyata adanya. Humor muncul dari kepanikan mereka saat petugas mulai curiga, sementara di layar televisi, nasib tim nasional menggantung. Kamuflase mereka mulai jebol satu per satu, dan pertanyaannya sederhana, sampai kapan mereka bisa bertahan sebelum peluit akhir berbunyi?
Kalau suka ini













