
Ceritanya
Seorang seniman miniatur yang tangannya bisa mengubah kayu jadi desa salju, dan arsitek yang kariernya moncer tapi hatinya hampa. Mereka bertemu bukan karena takdir, tapi karena pasar Natal komunitas terancam bubar. Dia ingin melestarikan tradisi, dia punya visi modernisasi yang dianggapnya lebih efisien. Bentrokan ide itu personal, karena setiap stan kayu dan lampu peri menyimpan kenangan warga yang bertahun-tahun merayakan di sana. Sementara waktu terus mendesak, dan para pedagang mulai memihak, keduanya sadar kalau menyelamatkan pasar berarti juga harus belajar mendengar. Tapi bisakah keajaiban liburan tercipta dari dua kepala keras yang sama-sama yakin dengan caranya sendiri?
Kalau suka ini












