
Ceritanya
Tahun 1964. Douglas Damiano dan dua temannya nekad bikin band, padahal alat musik hasil ngutang. Mereka yakin bakal jadi bintang rock besar, cukup modal nekat dan ambisi setinggi langit. Tapi jalan ke panggung ternyata berlapis duri. Band lain lebih galak, cewek yang Douglas taksir malah dekat dengan personel lain, dan ayahnya yang konservatif terus mengomel soal masa depan. Setiap latihan di garasi berubah jadi medan perang antara mimpi dan kenyataan. Sementara teman-temannya mulai goyah, Douglas makin keras kepala. Pertanyaannya, apakah harga yang harus dia bayar sebanding dengan satu lagu yang bisa mengubah segalanya?
Kalau suka ini












