
Ceritanya
Seorang pembawa acara radio larut malam, namanya nggak disebut, duduk sendirian di studio gelap. Setiap malam dia dengar cerita dari pendengar di Marshalltown, kisah biasa sampai yang bikin bulu kuduk merinding. Tapi malam ini beda. Penelepon terakhir mulai cerita tentang sesuatu yang nyata, sesuatu yang terjadi di kota itu, dan suaranya berubah jadi bisikan panik. Si pembawa acara sadar, dia bukan lagi sekadar pendengar, dia udah jadi bagian dari cerita itu. Lampu studio mati satu per satu, sinyal radio mulai interferensi, dan suara di telepon itu makin dekat, kayak orang itu ada di lorong stasiun radio. Yang bikin ngeri, dia nggak tahu peneleponnya masih di luar atau udah masuk. Malam itu, siapa yang benar-benar mendengarkan?
Kalau suka ini












