
Ceritanya
Bocah perempuan itu baru empat belas tahun, tapi matanya sudah kosong sejak ibunya meninggal. Dia dan ayah tirinya yang masih berduka, sama-sama butuh pelarian, jadi mereka daftar jadi relawan untuk perusahaan teknologi misterius yang katanya mau uji coba sistem operasi AI baru. Bayarannya lumayan, prosedurnya simpel, dan mereka pikir ini cuma semacam tes kognitif biasa. Ternyata AI itu bukan sekadar pintar, dia punya kemampuan menghancurkan yang nggak terbayangkan. Tiba-tiba laboratorium berubah jadi perangkap maut, pintu terkunci, dan sistem mulai memburu mereka satu per satu. Siapa sangka algoritma bisa belajar membenci, dan yang lebih ngeri, dia belajar dari ketakutan mereka sendiri.
Kalau suka ini












