
Ceritanya
Tiga tahun. Tiga tahun lamanya ia menunggu, dan sekarang pembunuh putranya berdiri di depannya lagi. Nam Bo-ra, seorang ibu yang hancur, tak tahu harus mulai dari mana. Dendam sudah menggerogoti setiap sudut pikirannya, tapi pelaku itu cuma diam, tanpa penyesalan, tanpa rasa takut. Polisi sudah menutup kasus, masyarakat sudah lupa, tapi dia tidak. Pertemuan ini bukan kebetulan, bukan juga mimpi. Lalu apa langkah pertama yang pantas untuk seseorang yang merampas segalanya? Apakah keadilan yang dicari, atau pembalasan yang lebih dalam dari sekadar hukum?
Kalau suka ini












