Memuat video…
Ceritanya
Mahin, 70 tahun, hidup sendiri di Teheran sejak suaminya meninggal. Rumahnya sepi, harinya monoton, dan tetangga mulai bisik-bisik soal perempuan tua yang nggak punya kegiatan. Sampai suatu sore, dia memutuskan sesuatu yang nggak pernah dia lakukan sebelumnya, mengundang seorang sopir taksi bernama Faramarz untuk minum teh. Percakapan singkat itu berubah jadi malam panjang penuh tawa, anggur, dan kue buatan sendiri yang dia simpan khusus. Tapi Teheran tahun 2024 bukan tempat yang ramah untuk cinta di usia senja, apalagi antara janda dan pria asing yang baru dikenal. Nggak ada yang salah dengan malam itu, tapi kenapa pagi harinya rasa takut malah datang lebih dulu daripada senyum?
Kalau suka ini













