
Ceritanya
Tsukasa masih ingat betul hari itu, saat Hayato menolaknya tanpa basa-basi. Sekarang mereka satu kelas lagi, dan cowok itu ngomong santai kayak nggak pernah terjadi apa-apa. Satu meja di belakang, Tsukasa bisa lihat tengkuk Hayato tiap pelajaran, dan itu bikin dadanya sesak. Dia coba pura-pura biasa aja, senyum tipis kalau papasan, ngobrol seperlunya soal PR. Tapi setiap kali Hayato ketawa dengan teman-temannya, ada yang nyut-nyutan di ulu hati. Sahabatnya bilang, lupakan, masih banyak cowok lain. Tapi Tsukasa diam-diam masih nyimpen perasaan yang dulu, sekarang malah tumbuh lebih dalam. Hayato di kelas ini beda, lebih perhatian, lebih sering cariin dia, dan itu bikin Tsukasa tambah bingung. Masa iya dia harus ngerasain patah hati dua kali dari orang yang sama?
Kalau suka ini












