
Ceritanya
Lantai tanah, perut kosong, tapi senyum mereka tidak luntur. Anak-anak dari Masaka, Uganda, menemukan kekuatan di tengah kelaparan dan perang, bukan lewat senjata, melainkan lewat tarian dan nyanyian. Dokumenter ini mengikuti keseharian mereka, bagaimana ritme tubuh menjadi bahasa untuk melawan rasa sakit yang tak terucapkan. Mereka adalah YouTube sensation yang videonya viral, tapi di balik layar, perjuangan untuk bertahan hidup masih terus berjalan. Ada satu panggung besar yang mereka impikan, sebuah kesempatan untuk menunjukkan pada dunia bahwa ketabahan lahir dari luka. Bisakah tarian benar-benar mengubah takdir?
Kalau suka ini












