
Ceritanya
Laila menulis dengan satu tangan, sementara tubuhnya menolak patuh. Remaja dengan cerebral palsy ini memilih merangkul hidup di Delhi dan New York, bukan mengurung diri. Ia jatuh hati pada Khanum, aktivis tunanetra yang bicaranya tegas, tapi diam-diam Laila juga tergoda Jared. Kebingungan seksualitas itu makin runyam saat ibunya datang dan benturan budaya mulai terasa. Setiap hubungan terasa seperti medan perang kecil, antara apa yang diinginkan tubuhnya dan apa yang dipahami orang sekitarnya. Laila pelan-pelan sadar, menjadi berbeda bukan kekurangan, justru di situ letak kekuatannya. Tapi sebelum ia sempat memeluk kenyataan itu, semua yang ia bangun mulai goyah. Apakah penerimaan diri bisa datang sebelum segalanya runtuh?
Kalau suka ini












