
Ceritanya
Sutradara teater itu ngeliat Madeline dan langsung terobsesi. Bukan karena bakatnya, tapi karena Madeline bisa larut total dalam peran, sampai-sampya batas antara akting dan realitas mulai hilang. Madeline sendiri diam-diam menyerap setiap lapisan karakter yang diberikan padanya, masuk ke sudut-sudut pikiran yang bahkan dia sendiri nggak sadari. Latihan demi latihan berlangsung, dan proyek teater ini perlahan berubah jadi eksperimen psikologis yang nggak terkendali. Siapa yang sebenarnya memegang kendali, sutradara yang memanipulasi atau Madeline yang sudah kehilangan dirinya sendiri? Pertanyaan terakhir yang mengganjal, bisakah Madeline keluar dari peran ini sebelum semuanya terlambat?
Kalau suka ini











