
Ceritanya
Benjamin Martin hanya ingin hidup tenang di perkebunannya. Tapi Revolusi Amerika punya rencana lain, dan trauma masa lalunya sebagai prajurit terus menghantuinya. Ketika anaknya, Gabriel, bergabung dengan Tentara Kontinental, kedamaian itu hancur total. Kolonel Tavington yang kejam membakar rumah mereka, dan api itu menyalakan sesuatu di dalam diri Benjamin. Dia yang dulunya menjauh dari kekerasan, kini bangkit dengan dendam membara, memimpin perlawanan gerilya melawan pasukan Inggris. Perang mengubahnya dari seorang ayah yang ingin damai menjadi pemburu yang tak kenal ampun. Pertanyaannya, mampukah Benjamin mempertahankan kemanusiaannya saat darah sudah mulai mengalir? Atau perang akan menelannya bulat-bulat?
Kalau suka ini












