
Ceritanya
Akhir 1940-an, seorang gadis lima belas tahun harus menerima takdir jadi selir tuan tanah yang usianya jauh di atasnya. Namanya tak disebut, tapi yang jelas ia cuma anak-anak yang belum paham apa-apa soal hidup. Setiap hari rutinitasnya sama: menunggu, melayani, lalu menunggu lagi. Sampai seorang siswa yang sering bernyanyi di depan rumahnya membuat hatinya berdebar untuk pertama kali. Lagu O sole mio jadi latarnya, dan diam-diam gadis itu mulai percaya ada cinta di luar dinding yang mengurungnya. Tapi ketika ia tahu apa yang sebenarnya ada di balik lagu itu, semua harapan yang ia bangun perlahan runtuh. Komedi? Drama? Ini lebih pahit dari keduanya. Pertanyaannya sederhana: apakah hati yang sudah patah sebelum sempat tumbuh masih bisa disembuhkan?
Kalau suka ini












