
Ceritanya
Neraka ternyata lebih absurd dari yang dibayangkan. Seorang pembunuh berdiri di pengadilan alam baka, dihadapkan pada jaksa yang sinis dan pengacara pemula yang ceroboh. Di antara tuntutan hukuman abadi dan pembelaan kikuk, terungkaplah kisah kelamnya—sebuah tragedi yang mungkin tak sepenuhnya salahnya. Scottie Thompson dan Lew Temple menghidupkan komedi gelap ini dengan visual surealis yang menertawakan konsep dosa dan penyesalan. Pertanyaannya bukan lagi soal bersalah atau tidak, melainkan apakah ada ruang untuk belas kasih di antara kepastian hukuman kekal. Apa benar ada keadilan setelah kematian?
Kalau suka ini












