
Ceritanya
Dia baru keluar dari penjara, dan kerja pertamanya sebagai direktur pemakaman. Bukan pekerjaan yang biasa, apalagi buat mantan narapidana. Sampai suatu hari, dia bertemu seorang gadis kecil, ngotot, nggak takut sama siapa pun, dan punya cara sendiri buat ngeliat kematian. Pertemuan itu bukan kebetulan, atau mungkin memang harus terjadi. Gadis itu punya luka sendiri, dan mereka berdua belajar pelukan dari kehilangan. Di antara peti mati, dupa, dan keluarga yang menangis, muncul sesuatu yang nggak pernah mereka cari. Tapi apakah kebahagiaan bisa tumbuh di tempat yang penuh duka?
Kalau suka ini












