
Ceritanya
Lars itu pemalu banget, sampai-sampai dia perkenalkan pacar barunya ke keluarga. Masalahnya, pacarnya boneka seks. Bukan main-main, dia benar-benar menganggap boneka itu nyata. Anehnya, seluruh kota bukannya menertawakan, mereka malah ikut mendukung delusi Lars dengan penuh kasih. Di balik kisah absurd ini, ada luka kesepian yang dalam dan rasa haus akan penerimaan. Siapa sangka boneka bisa menggerakkan satu komunitas. Tapi ketika realitas mulai merembes, pertanyaannya sederhana: apakah kebahagiaan Lars cuma ilusi?
Kalau suka ini












