
Ceritanya
Paris, 1940. Seorang pianis muda Prancis dapat satu tawaran yang nggak bisa ditolak: main di depan perwira Nazi, atau kehilangan segalanya. Bukan cuma karir, tapi juga wanita yang diam-diam dicintainya sejak kecil, mantan guru pianonya sendiri. Dialah yang mengajarinya not demi not, dan sekarang hidupnya ada di tangan si murid. Setiap senar piano yang dipetik terasa seperti taruhan. Tampil untuk musuh berarti penghianatan, tapi menolak berarti kehilangan cinta satu-satunya. Di tengah tekanan dari keluarga, teman, dan komandan Jerman yang makin curiga, pianis itu harus putuskan apa arti sebenarnya dari merdeka. Siapa sangka sebuah konser bisa mengubah nasib dua jiwa sekaligus.
Kalau suka ini












