
Ceritanya
Di tengah Perang Dunia I, sekelompok aktor Finlandia terancam hukuman mati di kamp tahanan. Hidup mereka tinggal menunggu waktu. Lalu seorang jenderal Jerman berpengaruh datang berkunjung, dan komandan kamp yang kejam langsung melihat peluang. Tawarannya absurd tapi nyata, mereka harus mementaskan komedi. Jika berhasil membuat sang jenderal tertawa, nyawa mereka selamat. Gagal? Hukuman mati tetap jalan. Para aktor ini bukan pelawak, mereka aktor drama yang kelelahan dan kelaparan. Tekanan maut itu justru memaksa mereka menggali tawa sebagai senjata terakhir, sesuatu yang mungkin lebih sulit dari bertahan hidup. Apakah lelucon bisa menyelamatkan nyawa, atau justru menjadi alasan kematian mereka?
Kalau suka ini












