

Sumber ini menjalankan pemutarnya sendiri di tab baru dan biasanya menampilkan iklan sekali di awal.
Ceritanya
Samay masih terlalu kecil untuk naik sepeda motor, tapi cukup besar untuk bermimpi menguasai cahaya. Bocah itu nekat menukar waktu sekolah dengan proyektor tua di balik layar bioskop desa. Tangan kecilnya belajar memutar gulungan film, matanya menyala setiap kali gambar bergerak di tembok. Keluarganya nggak paham kenapa Samay lebih milih bau seluloid daripada bau dapur ibunya. Tapi Samay udah kepincut, dan dia rela ninggalin apa pun, termasuk sahabat dan kampung halamannya di Gujarat, demi mengejar satu titik sinar yang memanggil. Siapa sangka seorang anak kecil rela membayar harga semahal itu hanya untuk bisa memproyeksikan mimpi di layar kosong.
Kalau suka ini











