
Ceritanya
Tembok kota itu tinggi, kokoh, tapi di dalamnya lebih berbahaya dari luar. Manusia terakhir hidup dalam ketakutan, bukan cuma terhadap zombie yang menggerogoti gerbang, tapi juga terhadap sesama mereka sendiri. Pemerintahan di dalam genting, revolusi siap meletus kapan saja. Sementara itu, di luar tembok, zombie mulai berubah. Mereka tidak lagi sekadar berjalan tanpa arah. Mereka belajar. Mengingat. Mengorganisir diri. John Leguizamo dan Dennis Hopper jadi dua kutub yang mewakili kepanikan ini—satu bertahan dengan naluri, satu lagi dengan kekuasaan. Ketika makhluk yang seharusnya mati mulai menatap dengan kesadaran, manusia harus menghadapi kenyataan pahit. Musuh yang tak pernah lelah, dan tak pernah berhenti bangkit. Apakah dinding setinggi apa pun cukup untuk menahan sesuatu yang mulai berpikir?
Kalau suka ini












