Ceritanya
Suzu pindah ke Hiroshima tahun 1944, jadi pengantin dari keluarga yang hampir tak ia kenal. Umurnya baru 18, kepalanya penuh khayalan melukis, tapi perang punya rencana lain. Ransum makanan menipis, suaminya kerja di pabrik militer, dan setiap hari ada saja yang hilang — tetangga, saudara, atau sekadar perasaan aman. Suzu mengatur dapur dengan bahan seadanya, menjahit kimono dari kain bekas, sambil menyembunyikan rasa takut di balik senyum. Ledakan dari jauh sudah jadi latar belakang kehidupan mereka. Tapi suatu sore, langit Hiroshima berubah warna, dan Suzu sadar semua yang ia coba lindungi mungkin tak akan selamat. Sampai kapan seseorang bisa tetap waras saat dunia di luar jendela tinggal puing dan debu?
Kalau suka ini













