
Ceritanya
Rakit kayu balsa sepanjang 45 kaki di tengah Samudra Pasifik. Itu satu-satunya yang memisahkan Thor Heyerdahl dan krunya dari kematian. Penjelajah Norwegia ini yakin orang-orang pra-Columbus dari Amerika Selatan bisa mencapai Polinesia dengan teknologi primitif. Tahun 1947, dia dan lima awak nekat berlayar 8.000 kilometer tanpa peta modern, tanpa radio, cuma modal teori dan keberanian. Badai menerjang bertubi-tubi, persediaan makanan menipis, dan setiap hari adalah tebakan apakah mereka akan selamat sampai besok. Tapi Heyerdahl terus maju, karena baginya membuktikan sejarah lebih penting daripada hidup sendiri. Apakah lautan akan mengabulkan tekad mereka?
Kalau suka ini












