
Ceritanya
Kota yang dikepung. Itu yang dihadapi seorang pejuang wanita Kurdi saat ISIS menyerang Kobane dengan kekuatan yang jauh lebih besar. Meskipun kalah jumlah dan persenjataan, dia memilih bertahan, memandu rekan-rekannya dalam perlawanan yang tampaknya mustahil untuk dimenangkan. Setiap hari adalah soal bertahan hidup, setiap sudut kota menyimpan ancaman mematikan. Di tengah baku tembak dan puing-puing bangunan, ada cinta yang tumbuh diam-diam, dan harapan yang mereka pegang erat meski malam terasa panjang. Perang ini bukan cuma soal senjata, tapi juga pengorbanan yang harus dibayar dengan harga paling mahal. Kobane pada 2022 mengangkat kisah nyata yang jarang terdengar. Sampai kapan mereka bisa bertahan?
Kalau suka ini











