
Ceritanya
Kamar apartemen kosong. Tapi mayatnya nyata. Zeynep nggak sengaja lihat pembunuhan itu dari balik jendela gedung karantina, saat wabah mulai menjalar dan kota perlahan mati. Bersama tiga teman sekelasnya, dia nekat buru pelaku sebelum kepanikan pecah dan semua orang saling tuduh. Masalahnya, koridor gedung itu gelap, pintu-pintu terkunci, dan setiap sudut menyimpan kejutan yang nggak masuk akal. Mereka bukan cuma lawan pembunuh, tapi juga ketakutan massal yang bisa meledak kapan saja. Ternyata lorong itu bukan sekadar lorong, tapi jebakan yang dirancang rapi. Dan Zeynep sadar, pembunuh itu mungkin bukan orang asing.
Kalau suka ini











