
Ceritanya
Dua puluh tahun lalu Jimmy McCabe dielu-elukan sebagai juara tinju muda. Sekarang dia duduk di bangku taman, botol di tangan, pandangan kosong ke jalanan London yang dingin. Tangan yang dulu menghajar lawan sekarang gemetar, tubuhnya kurus, dan yang tersisa dari masa jayanya cuma ingatan. Sampai suatu malam dia kembali ke klub tinju lama, tempat lantai masih berbau keringat dan karet. Di sana masih ada pelatih tua yang ingat namanya. Jimmy mulai latihan lagi, satu demi satu pukulan ke karung pasir, napas tersengal, tulang rusuk sakit, tapi dia terus maju. Ray Winstone sebagai pelatih dan Ian McShane sebagai pemilik klub jadi saksi perjuangan Jimmy yang nggak cuma melawan lawan di ring, tapi juga setan dalam kepalanya sendiri. Pertanyaannya, setelah sekian lama jatuh, apa masih ada sisa kekuatan buat bangkit?
Kalau suka ini












