
Ceritanya
Dua tahun setelah tragedi di sekolah, dan Jaras Enzar masih jadi bayang-bayang yang nggak mau pergi. Adwaa Fahad kembali sebagai siswi yang berusaha keras move on, tapi luka lama terus menganga setiap kali lonceng sekolah berbunyi. Teman-temannya di asrama juga bergulat dengan caranya masing-masing, ada yang diam-diam menyalahkan diri sendiri, ada yang pura-pura lupa. Kelas jadi medan perang antara ingatan buruk dan harapan baru. Konselor sekolah coba bantu, tapi proses penyembuhan nggak semudah membalikkan telapak tangan. Siapa sangka musuh terbesar mereka bukan hantu masa lalu, melainkan rasa bersalah yang terus berbisik di telinga.
Kalau suka ini












