
Ceritanya
Dua puluh empat jam. Itu batas waktu yang dimiliki Jay, pengawal pribadi Dato' Hashim, setelah bosnya dan putrinya, Nadi, diculik di siang bolong. Penyanderaan brutal, pelaku profesional, dan tidak ada tebusan yang diminta, hanya ancaman yang terus berdetak. Jay bukan polisi, bukan tentara, cuma satu orang yang sumpahnya adalah melindungi, dan sekarang sumpah itu diuji dengan darah. Di setiap sudut kota, ia kejar jejak, tapi musuh selalu selangkah lebih dulu, meninggalkan jebakan dan mayat. Pertarungan sengit terjadi di gudang tua, di lorong sempit, di mana setiap pukulan bisa jadi yang terakhir. Tapi semakin dalam Jay menyelidik, semakin aneh motif penculikan ini. Bukan uang yang mereka kejar. Lalu apa yang sebenarnya diinginkan para penyandera dari Dato' Hashim?
Kalau suka ini











