
Ceritanya
Seorang mahasiswa menemukan alat aneh di kampus. Bukan ponsel, bukan laptop, sesuatu yang jauh lebih aneh, semacam perangkat yang memberinya akses ke pikiran orang lain. Dia bisa merasakan apa yang mereka rasakan, melihat apa yang mereka lihat, bahkan mengendalikan gerakan mereka dari jarak jauh. Awalnya ini terasa seperti mimpi, kekuatan tanpa batas yang bikin dia mabuk kuasa. Tapi semakin sering dipakai, batas antara dirinya dan orang yang dikontrol mulai kabur. Dia nggak yakin lagi mana yang nyata, mana yang cuma pantulan dari pikiran orang lain. Yang bikin lebih menyeramkan, mesin itu sepertinya punya kehendak sendiri, perlahan mengambil alih alih-alih dikendalikan. Di titik mana seseorang benar-benar kehilangan dirinya sendiri?
Kalau suka ini











