
Ceritanya
Nagano, kekurangan dokter, dan satu orang yang harus menanggung semuanya. Dr. Kurihara terjebak di puskesmas desa, setiap hari bergulat dengan antrean pasien tanpa henti, dari batuk ringan sampai kasus darurat di tengah malam. Istrinya di rumah, hubungan mereka mulai merenggang karena waktu yang tak pernah cukup. Di kepalanya, sudah tergambar jelas: pindah ke Tokyo, ambil spesialisasi, punya hidup normal. Tapi saat dia beneran siap ngajuin surat pengunduran diri, satu per satu pasien lamanya datang, mengingatkan dia pada janji yang dulu diucapkan. Dilema moral yang dihadapi Aoi Miyazaki sebagai Dr. Kurihara bukan soal gengsi atau uang, melainkan soal harga diri dan rasa bersalah yang mengendap. Siapa sangka, pilihan paling sederhana justru jadi yang paling menyakitkan.
Kalau suka ini












