
Ceritanya
Jeongeun bukan tipikal orang yang mudah menyerah. Setelah mengalami diskriminasi di perusahaan utama, wanita tangguh ini dipaksa pindah ke subkontraktor yang bekerja di menara transmisi. Di sana, dia dihina, dianggap gangguan, dan setiap hari harus bertahan di lingkungan kerja yang keras. Tapi diam-diam, dia justru menemukan persahabatan yang nggak dia sangka. Harga dirinya perlahan tumbuh kembali, bukan karena dia membalas, tapi karena dia memilih tetap tegak. Masalahnya, sistem yang membuangnya dulu belum selesai. Apakah bertahan saja cukup untuk membuktikan bahwa dia layak?
Kalau suka ini












