
Ceritanya
Hujan deras, taksi melaju, dan seseorang di kursi belakang sedang berhadapan dengan kenangan yang sudah lama dia kubur. Hussen Ibraheem duduk di pusat cerita ini, membawa penumpangnya menyusuri fragmen masa lalu yang terlupakan sekaligus bayangan masa depan yang entah ke mana perginya. Sepanjang perjalanan, pikiran melompat-lompat antara yang pernah ada dan yang tak pernah terjadi. Nggak ada tujuan yang jelas, cuma jalan basah dan lampu kota yang lewat satu per satu. Film pendek bergenre misteri ini menahan tempo, membiarkan penonton duduk di ketidakpastian yang sama dengan tokohnya. Lalu muncul pertanyaan yang mengganggu: dari sekian banyak hal yang sudah dilewati, mana yang sebenarnya masih ingin dipertahankan? Dan siapa yang memutuskan, dia atau kenangan itu sendiri?
Kalau suka ini











