
Ceritanya
Melea Martin baru saja kehilangan beasiswanya. Mahasiswi di Cape Town itu butuh uang cepat untuk bayar sisa semester. Solusinya? Menyewa teater yang hampir bangkrut dan mementaskan "Hip-Hop Romeo dan Juliet" sebagai penghormatan buat mendiang ibunya. Ide mulia, eksekusinya yang runyam. Tim penarinya pecah jadi dua kubu yang saling sikut, persis kayak keluarga Capulet dan Montague. Setiap latihan diwarnai adu mulut dan langkah kaki yang nggak seirama. Melea harus jadi penengah, menggabungkan dua kubu yang saling benci lewat koreografi dan gerakan. Pertunjukan sudah di depan mata, dan waktu terus berjalan. Apakah tarian cukup kuat untuk menjembatani perseteruan yang lebih dalam dari sekadar perbedaan gaya tari?
Kalau suka ini












