
Ceritanya
Mayat anak sulung terbungkus kain putih di kursi belakang mobil butut. Mustafa, ayahnya, duduk di depan dengan rahang mengeras, sementara Nazim, si bungsu, di sampingnya menatap jendela tanpa bicara. Perjalanan dari Kiev ke Krimea bukan sekadar antar jenazah, ini kepulangan paksa ke tanah yang dulu mereka tinggalkan. Sepanjang jalan, Mustafa dan Nazim nyaris tidak saling sapa, tapi setiap kilometer terasa seperti mengupas lapisan luka yang mengendap bertahun-tahun. Mobil mogok di tengah padang rumput, kenangan masa kecil Nazim mulai menyusup, dan Mustafa diam-diam menyimpan rahasia yang belum sempat ia ceritakan pada anak bungsunya. Antara kebencian pada masa lalu dan cinta yang tak terucap, mana yang lebih dulu mereka kubur.
Kalau suka ini











