
Ceritanya
Moon menemukan bekas pembantunya yang hilang ternyata adalah korban kekejaman masa perang. Ia pun terjerat dalam perjuangan para perempuan yang terluka, para korban yang selama puluhan tahun suaranya tak terdengar. Dengan tekad membara, Moon memimpin pertempuran hukum melawan keadilan yang tertunda. Di ruang sidang, mereka berhadapan dengan sistem yang enggan mengakui luka masa lalu. Setiap saksi yang maju, setiap air mata yang tumpah, adalah perlawanan terhadap kesunyian sejarah. Tapi pengadilan bukan satu-satunya medan perang. Ada trauma yang mengendap, ada keluarga yang terbelah, dan ada masa lalu yang terus menghantui. Apakah suara mereka cukup keras untuk mengubah narasi besar yang sudah mapan puluhan tahun?
Kalau suka ini











