
Ceritanya
Laura masih menyimpan semua barang Josie. Kamar putrinya beku sejak hari itu. Lalu keluarga baru pindah ke sebelah, dan Megan, gadis kecil mereka, punya cara bicara yang persis sama. Senyum yang sama, ketakutan yang sama terhadap hal yang sama. Laura mulai mengikutinya, mengawasinya dari balik pagar, meyakini ada sesuatu yang lebih dari sekadar kebetulan. Suaminya bilang ini hanya duka yang tak sembuh, tapi Laura merasa Megan diam-diam mengirim sinyal yang cuma dia pahami. Sebagai ibu yang kehilangan, mana yang lebih menakutkan, ternyata anaknya benar-benar kembali atau ternyata pikirannya sendiri yang mulai retak.
Kalau suka ini












