
Ceritanya
Mio menjalankan rumah duka di kota pelabuhan kecil, tempat kematian jadi rutinitas harian. Tapi kematian suaminya sendiri dalam badai meninggalkan luka yang tak sembuh-sembuh, dan anehnya, gairah seksualnya hanya muncul saat hujan deras mengguyur. Seorang pemuda mulai bekerja bersamanya, diam-diam menembus tembok kesedihan yang Mio bangun. Hubungan mereka berkembang jadi cinta, tapi selalu dibayangi ketegangan dan kenangan tragedi yang belum usai. Setiap kali langit gelap dan hujan turun, Mio harus memilih antara larut dalam kenangan atau membuka hati untuk yang baru. Bisakah badai kehidupan benar-benar membawa kedamaian, atau justru menghancurkan apa yang tersisa?
Kalau suka ini











