
Ceritanya
Sivayya, seorang algojo, membeku saat melihat gadis itu di pasar. Wajahnya persis seperti putrinya yang sudah meninggal. Obsesi itu tumbuh diam-diam, menggerogoti batas antara tugas negara dan naluri seorang ayah. Sampai suatu hari, gadis itu dan orang lain menjadi korban kekerasan yang sama. Sivayya tidak bisa diam. Dia memutuskan tali jabatannya, berubah menjadi vigilante yang menuntut keadilan dengan tangannya sendiri, bukan tali gantungan resmi. Putranya, yang awalnya menentang, justru menjadi pendukung paling setia. Tapi garis antara pembalasan dan keadilan mulai kabur saat Sivayya menghadapi pelaku yang ternyata bukan orang asing. Siapa yang akan dia hukum duluan, penjahatnya atau dirinya sendiri?
Kalau suka ini











