Ceritanya
Eliza tinggal satu ujian lagi untuk mewujudkan mimpi sekolah psikologi di Inggris. Romeo, ayahnya yang juga dokter, sudah sepuluh tahun lebih menabung dan mendorong anak semata wayangnya ini. Tapi sehari sebelum ujian, Eliza diserang di jalan. Sekarang tangannya cedera, mentalnya terguncang, dan beasiswa itu tiba-tiba terasa jauh. Romeo dihadapkan pada situasi yang nggak ada di buku etika kedokteran. Teman-teman lamanya di kepolisian dan dinas pendidikan mulai menawarkan jalan pintas, koneksi, dokumen yang bisa diatur. Siapa sangka seorang ayah yang selama ini mengajarkan kejujuran justru harus mempertimbangkan kecurangan demi masa depan anaknya. Sampai di mana batas seorang ayah rela mengorbankan prinsipnya?
Kalau suka ini













