Memuat video…
Ceritanya
Dia bukan Hitler, tapi mungkin lebih berbahaya. Joseph Goebbels, menteri propaganda Nazi, punya satu tugas: meyakinkan Jerman bahwa Holocaust dan perang habis-habisan itu satu-satunya jalan. Robert Stadlober memerankan Goebbels, seorang pria yang haus kekuasaan dan piawai memanipulasi kata-kata. Bukan cuma pidato, dia mengontrol pers, film, bahkan opini publik sampai ke akar-akarnya. Sementara Fritz Karl sebagai Hitler diam-diam memberinya ruang gerak, Goebbels justru yang mengatur narasi, dari kebencian terhadap Yahudi hingga fanatisme perang total. Semua demi satu tujuan: membuat rakyat percaya pada kegilaan yang sedang mereka jalani. Tapi seberapa jauh seseorang bisa mengatur sejarah sebelum sejarah itu sendiri yang menghancurkannya?
Kalau suka ini













